Katingan
Kuala — Suasana meriah dan sarat aroma rempah tampak
menyelimuti ruang kelas X ATPH-2 SMK Negeri 1 Katingan Kuala pada Jumat, 25
September 2026. Para murid kelas X ATPH-2 bersama guru pengampu mata pelajaran
Muatan Lokal (Mulok), Ibu Devi Astria, S.Pd., menggelar kegiatan praktik
pembuatan dan penyajian makanan khas Dayak yang autentik
Kegiatan pembelajaran luar kelas ini berfokus pada pengenalan dan pelestarian kuliner tradisional Kalimantan. Menu yang diangkat dalam praktik kali ini meliputi tiga hidangan ikonik: daun singkong tumbuk atau yang lebih dikenal dengan sebutan kalumpe, rica ayam, serta sayur asam patin.

Pembelajaran Berbasis Pengalaman Nyata
Ibu Devi Astria, S.Pd., menjelaskan bahwa praktik
ini dirancang tidak hanya untuk membekali keterampilan tata boga murid, tetapi
juga menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya lokal.
"Melalui mata pelajaran Muatan Lokal, kami
ingin murid tidak sekadar mengenal teori, melainkan mampu mengolah, menyajikan,
dan memahami filosofi di balik kuliner khas daerah kita sendiri," ujar Ibu
Devi di sela-sela kegiatan.
Unjuk Kreativitas dan Keterampilan Murid
Puncak acara ditandai dengan sesi penyajian
hidangan (food plating) oleh
masing-masing kelompok murid di ruang kelas X ATPH-2. Setelah masakan tersaji
dengan apik, perwakilan kelompok secara bergantian maju ke depan kelas untuk
mempresentasikan hasil karya kuliner mereka.
Dalam pemaparannya, para murid menjelaskan secara
rinci berbagai aspek penting, mulai dari:
·
Pemilihan
bahan-bahan segar khas lokal.
·
Tahapan proses pengolahan tradisional hingga
siap saji.
·
Cita
rasa, kandungan gizi, serta latar belakang budaya dari kalumpe, rica ayam, dan
sayur asam patin.
Kegiatan praktik ini mendapat sambutan antusias dari seluruh warga kelas. Selain mempererat kebersamaan antara guru dan murid, agenda ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang cakap secara vokasional sekaligus menjadi pelestari budaya kuliner Nusantara di era modern.